Wednesday, August 12, 2026

FIKSI ITU BISA “BECOMES TRUE” oleh Humam S. Chudori

 

FIKSI ITU BISA “BECOMES TRUE”

 

Pada tahun 1980-an, saya pernah menulis sebuah cerpen (tak perlu saya sebutkan judul dan media cetak yang memuatnya) yang mengisahkan suatu peristiwa. Cerpen tersebut murni FIKSI. Namun, kurang lebih sepuluh tahun kemudian – tanpa pernah saya sadari – tulisan fiksi tersebut mengejawantah dalam peristiwa yang saya alami. Becomes true. Kejadian yang saya alami nyaris sama seperti dalam cerpen yang saya tulis tersebut. Antara percaya dan tidak, saya seperti menulis “skenario” peristiwa yang akan saya alami.

 

Novel yang berjudul “Ghost Fleet” karya PW Singer dan August Cole (terus terang saya belum pernah membacanya) menurut salah seorang capres – waktu itu – mengatakan bahwa novel ini memprediksi ada suatu negara pada tahun 2030 akan bubar. 2030 negara itu tak akan ada lagi.

 

Tentu saya, saya tak hendak membandingkan cerpen yang saya tulis ( dan 10 tahun kemudian “becomes true” ) dengan novel “Ghost Fleet”.     Apatah pula saya belum membaca bukunya. Melainkan hanya “info’ dari sang capres (2018)  bahwa novel ini memprediksi negara bubar pada tahun 2030 yang dikatakannya saat ia berkampanye.

 

Di sani saya hanya ingin “bertanya” – pertanyaan yang selalu muncul dalam benak dan selalu “mengganggu” jiwa saya.  Jika yang saya tulis (dalam sebuah cerpen) bisa mengejawantah dalam realita. Apakah  bukan tidak mungkin akan terjadi (meskipun saya tak pernah berharap) apa yang ditulis PW Singer dan August Cole juga bisa becomes true. Tetapi, melihat kondisi seperti sekarang ini. pun “alam sudah mulai bosan bersahabat dengan kita” (pinjam syair Ebiet g. Ada) lantaran kerakusan para pejabat yang makin membuncitkan perut sendiri tanpa peduli nasib rakyat. Bahkan membawa seorang pemalsu ijazah ke pengadilan aja tak bisa. Padahal dokumen itu telah digunakan untuk menjadi pejabat publik. Bagaimana pula mampu memberantas korupsi? Ah, Omon-omon.

 

Sebagai penutup saya sertakan puisi yang berjudul “APA GUNA BERNEGARA” di bawah ini.

 

APA GUNA BERNEGARA

 

apa guna bernegara

jika rakyat jelata

yang sudah menderita

dipaksa hidup terlunta

aset tak seberapa

yang mereka punya

disita para penguasa

 

 apa guna pemerintahan

kalau peraturan yang disahkan

hanya untuk kepentingan jabatan

demi menangguk kekayaan

lantaran tidak seorang

penegak hukum dan keadilan

bernyali menjatuhkan hukuman

pada mereka yang surplus kekuasaan

pada mereka yang berlebih kekayaan

 

 apa arti kebijakan

bila sesungguhnya yang diputuskan

adalah aturan yang tak bijak

kecuali untuk membatasi gerak

agar rakyat tak berani berontak

meski terus menerus dipalak pajak.

 

 Tangerang Selatan, 10 Juli 2025

 

(Puisi ini telah dijadikan lirik lagu oleh Wawan Hamzah Arfan dengan bantuan AI)

 

  NDASMU! Itu kata orang yang suka menjep-menjep di atas podium..--- Humam S. Chudori

-

No comments:

Post a Comment