Judul : Perjalanan Seribu Air Mata
Penulis : Humam
S. Chudori
Penerbit : Teras Budaya, jakarta,
Tahun Penerbitan : Oktober 2013
Ukuran : 14 X 21 CM
Jumlah Halaman : viii + 72 halaman
Isbn : 978-802-1226-01-8
Untuk
ke sekian kalinya, Teras Budaya, Jakarta, ‘melahirkan’ buku kumpulan Puisi. Kali
ini buku kumpulan puisi yang ditulis oleh Humam S. Chudori. Buku Kumpulan Puisi tunggal yang pertama kali
ditulis Humam S. Chudori ini merupakan puisi-puisi yang telah ditulisnya sejak
tahun 1984 hingga tahun 2012. Sebagian
besar sudah dimuat di media cetak. Dalam
kumpulan puisi “Perjalanan Seribu Airmata” sang penyair berusaha untuk ‘memotret’ sosial masyarakat kita – sejak era orde baru,
hingga era reformasi. Meskipun sebagian lain puisi-puisi yang ada merupakan
ekspresi diri pribadi sang penyair.
Dalam
buku kumpulan puisi ini tampaknya tidak mencoba merevisi puisi yang telah
ditulisnya sejak tahun 1980-an tersebut.
Ia teap ingin tampil ‘utuh’ tidak menyesuaikan gaya atau style yang
belakangan ini merebak. Ia pun tak ingin hanya berindah-indah dalam kubangan kata-kata,
tak ingin bergelap-gelap dalam berpuisi, tak berusaha ber-absurd ria, tetapi
tak memberikan rangsangan spriritual.
Karena
itu, tak heran jika dalam cover belakang buku ini Humam menuliskan harapannya
akan buku kumpulan puisi ini. Buku
kumpulan Puisi “Perjalanan Seribu
Airmata” ini saya persembahkan kepada para pembaca yang masih menghargai
hati nurani. Sebab akhir-akhir ini hati
nurani sudah tak pernah didengar lagi oleh pemiliknya. Hingga ketika
mengambil sebuah solusi cenderung
mendengar kata emosi, tak peduli hati nurani. Akibatnya kekerasan terjadi di
mana-mana. Lantaran hati nurani kering kerontang dan gersang.
Mudah-mudahan
setelah membaca buku ini kita akan kembali mendengharkan kata hati nurani dalam
menghadapi setiap masalah yang semakin pelik dalam kehidupan bermasyarakat, demikian
harapan sang penyair.**(WIN)

No comments:
Post a Comment