Wednesday, December 4, 2013

buku kumpulan puisi "Perjalanan Seribu Airmata" oleh Humam S. Chudori



 
Judul  :  Perjalanan Seribu Air Mata
Penulis :  Humam S. Chudori
Penerbit : Teras Budaya, jakarta,
Tahun Penerbitan : Oktober 2013
Ukuran : 14 X 21 CM
Jumlah Halaman : viii + 72 halaman
Isbn : 978-802-1226-01-8

                Untuk ke sekian kalinya, Teras Budaya, Jakarta, ‘melahirkan’ buku kumpulan Puisi. Kali ini buku kumpulan puisi yang ditulis oleh Humam S. Chudori.  Buku Kumpulan Puisi tunggal yang pertama kali ditulis Humam S. Chudori ini merupakan puisi-puisi yang telah ditulisnya sejak tahun 1984 hingga tahun 2012.  Sebagian besar sudah dimuat di media cetak.  Dalam kumpulan puisi “Perjalanan Seribu Airmata” sang penyair  berusaha untuk ‘memotret’  sosial masyarakat kita – sejak era orde baru, hingga era reformasi. Meskipun sebagian lain puisi-puisi yang ada merupakan ekspresi diri pribadi sang penyair. 
                Dalam buku kumpulan puisi ini tampaknya tidak mencoba merevisi puisi yang telah ditulisnya sejak tahun 1980-an tersebut.  Ia teap ingin tampil ‘utuh’ tidak menyesuaikan gaya atau style yang belakangan ini merebak. Ia pun tak ingin hanya berindah-indah dalam kubangan kata-kata, tak ingin bergelap-gelap dalam berpuisi, tak berusaha ber-absurd ria, tetapi tak memberikan rangsangan spriritual. 
                Karena itu, tak heran jika dalam cover belakang buku ini Humam menuliskan harapannya akan buku kumpulan puisi ini. Buku kumpulan Puisi “Perjalanan Seribu Airmata” ini saya persembahkan kepada para pembaca yang masih menghargai hati nurani.  Sebab akhir-akhir ini hati nurani sudah tak pernah didengar lagi oleh pemiliknya. Hingga ketika mengambil  sebuah solusi cenderung mendengar kata emosi, tak peduli hati nurani. Akibatnya kekerasan terjadi di mana-mana. Lantaran hati nurani kering kerontang dan gersang.
                Mudah-mudahan setelah membaca buku ini kita akan kembali mendengharkan kata hati nurani dalam menghadapi setiap masalah yang semakin pelik dalam kehidupan bermasyarakat, demikian harapan sang penyair.**(WIN)

No comments:

Post a Comment