Tuesday, November 17, 2015

TC Mendongeng dan Menulis Kreatif



Modul  training centre mendongeng dan menulis kreatif,  terbitan Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Tangerang.

            Dongeng atau cerita – baik disampaikan secara lisan atau tulisan –    diakui atau tidak, akhir-akhir ini kurang diminati masyarakat.  Padahal dari sebuah cerita dan dongeng seseorang akan bisa mendapatkan pencerahan batin. Bagaimana pun juga, penanaman budi pekerti yang luhur akan lebih mengena jika dilakukan lewat dongeng atau cerita daripada dengan penyampaian yang secara verbal. Hingga terkesan menggurui.
Budaya dan minat baca masyarakat  kita memang lemah.  Salah satu faktor yang sering dituding sebagai penyebab membuat masyarakat enggan membaca adalah mahalnya harga buku. Memang. Diakui atau tidak, harga buku di negeri ini relative mahal. Apalagi dalam kondisi ekonomi yang tak pernah menentu. Tidak sedikit masyarakat kita lebih memilih untuk membelanjakan pendapatannya untuk kebutuhan primer. Untuk membeli sembako, misalnya, daripada digunakan untuk membeli buku. Hingga sebagian masyarakat kita masih menganggap buku sebagai barang mewah.
            Meskipun demikian, sebetulnya, masyarakat tidak perlu harus pesimis dengan keadaan ini (baca: mahalnya harga buku) Hingga masyarakat kehilangan minat dan budaya baca. Kenapa demikian? Karena perpustakaan yang menyediakan buku-buku bermutu kini semakin banyak. Tidak sedikit pula perpustakaan yang memberikan layanan gratis kepada para peminat baca buku. Salah satu perpustakaan yang memberikan layanan semacam ini adalah Perpustakaan Daerah Kabupaten Tangerang, yang terletak di Tiga Raksa Kabupaten Tangerang.  Perpustakaan ini memberikan layanan gratis kepada masyarakat – khususnya kepada masyarakat kabupaten Tangerang -  yang ‘haus’ akan bacaan. Di tempat ini masyarakat dapat menjadi anggota perpustakaan secara gratis. Menjadi anggota perpustakaan di sini bukan hanya dapat memanfaatkan baca buku secara gratis. Melainkan pula dapat meminjam buku (untuk dibaca di rumah, misalnya) secara gratis alias tanpa dipungut biaya apa pun.
            Tidak hanya sampai di sini layanan yang dilakukan oleh Perpusda Kabupaten Tangerang dalam rangka upaya mencerdaskan bangsa, khususya masyarakat kabupaten Tangerang. Di Perpustakaan yang berlokasi di Tiga Raksa ini juga mengadakan pelatihan mendongeng dan menulis. Kegiatan yang diselenggarakan ini punya tujuan untuk merangsang minat baca dan sekaligus kemampuan untuk menulis dan mendongeng.
            Seperti yang disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Kabupaten Tangerang - H. Yusrizal, SE.SH.MM – dalam kata pengantar di buku Modul Training Centeri Mendongeng dan Menulis Kreatif. Dalam rangka pengembangan budaya dan minat masyarakat, Perpustakaan Kabupaten Tangerang berupaya untuk meningkatkan kegemaran membaca masyarakat sekaligus berkarya melalui tulisan yang bisa diterbitkan sebagai karya cetak khasanah kabupaten Tangerang. Oleh karenanya, perpustakaan melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk memfasilitasi kegiatan masyarakat secara umum melalui pelatihan penulisan dan bercerita atau mendongeng. Kegiatan ini selain untuk memberikan pelatihan dalam penulisan dan mendongeng, diharapkan mampu memberikan motivasi bagi masyarakat untuk menggali dan menulis cerita rakyat maupun informasi lainnya.
            Upaya yang dilakukan oleh perpustakaan semacam ini, tentu saja, sangatlah patut untuk diapresiasi. Sebab training centre ini bukan saja sebagai upaya untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya. Dalam istilah agama disebut sebagai insan kamil. Sebab akhir-akhir ini sebagian masyarakat kita sudah tidak lagi mendengar kata hati nurani. Hati nurani (oleh sebagian masyarakat) sudah tak lagi didengar oleh pemiliknya. Hingga ketika mengambil sebuah solusi cenderung mendengar kata emosi, tak peduli hati nurani. Akibatnya kekerasan terjadi dimana-mana. Lantaran hati nurani kering  kerontang dan gersang. 
Dengan membaca buku, diharapkan, bukan hanya menambah pengetahuan. Melainkan juga sekaligus membuat orang menjadi lebih bijak. Hingga dalam mengatasi sebuah masalah akan tetap mendengar kata hati nurani. Jika kita mendengar kata hati nurani, insyaAllah, setiap permasalahan akan dapat diatasi. Tanpa harus mengedepankan emosi. Sepelik dan serumit apa pun permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat pasti ada solusinya. Sebab Allah telah brfirman  fainna ma’al usri yusro, inna ma’al usri yusro – (QS: 94/Al Insyirah: 5 – 6).
            Untuk menunjang kegiatan ini, perpustakaan Kabupaten Tangerang, telah menerbitkan sebuah modul tentang mendongeng dan menulis kreatif. Buku yang ditulis oleh Gito Waluyo (tutor dalam pelatihan mendongeng) dan Humam S. Chudori (tutor dalam penulisan kreatif) diharapkan dapat menjadi panduan dalam menggali dongeng  (sekaligus menjadi pendongeng yang baik) dan menjadi penulis kreatif yang mampu memberikan pencerahan batin lewat tulisan bagi pembacanya. Sebab, sekali lagi, sebuah dongeng atau cerita (lisan atau tulisan) akan selalu menyelipkan pesan-pesan moral, menyajikan perenungan tentang hakekat hidup,  menerbitkan gairah dan rangsangan spiritual, serta mampu menentramkan dan menyejukan batin.
Jika masyarakat sudah lebih bijak, karena setiap hendak mengambil solusi akan lebih dulu mendengar kata hati nurani. InsyaAllah akan tercipta masyarakat yang ayem tentrem kerta raharja, gemah ripah loh jinawi. Menjadi masyarakat yang adil dan beradab, sesuai dengan amanat pancasila. Atau dalam istilah agama akan tercipta baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur. (Win)


No comments:

Post a Comment