Modul
training centre mendongeng dan menulis kreatif, terbitan Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten
Tangerang.
Dongeng atau cerita – baik disampaikan secara lisan atau
tulisan – diakui
atau tidak, akhir-akhir ini kurang diminati masyarakat. Padahal dari sebuah cerita dan dongeng
seseorang akan bisa mendapatkan pencerahan batin. Bagaimana pun juga, penanaman
budi pekerti yang luhur akan lebih mengena jika dilakukan lewat dongeng atau
cerita daripada dengan penyampaian yang secara verbal. Hingga terkesan
menggurui.
Budaya dan minat baca masyarakat kita memang lemah. Salah satu faktor yang sering dituding
sebagai penyebab membuat masyarakat enggan membaca adalah mahalnya harga buku.
Memang. Diakui atau tidak, harga buku di negeri ini relative mahal. Apalagi
dalam kondisi ekonomi yang tak pernah menentu. Tidak sedikit masyarakat kita
lebih memilih untuk membelanjakan pendapatannya untuk kebutuhan primer. Untuk
membeli sembako, misalnya, daripada digunakan untuk membeli buku. Hingga
sebagian masyarakat kita masih menganggap buku sebagai barang mewah.
Meskipun demikian, sebetulnya,
masyarakat tidak perlu harus pesimis dengan keadaan ini (baca: mahalnya harga
buku) Hingga masyarakat kehilangan minat dan budaya baca. Kenapa demikian?
Karena perpustakaan yang menyediakan buku-buku bermutu kini semakin banyak.
Tidak sedikit pula perpustakaan yang memberikan layanan gratis kepada para
peminat baca buku. Salah satu perpustakaan yang memberikan layanan semacam ini
adalah Perpustakaan Daerah
Kabupaten Tangerang, yang terletak di Tiga Raksa Kabupaten Tangerang. Perpustakaan ini memberikan layanan gratis
kepada masyarakat – khususnya kepada masyarakat kabupaten Tangerang - yang ‘haus’ akan bacaan. Di tempat ini
masyarakat dapat menjadi anggota perpustakaan secara gratis. Menjadi anggota
perpustakaan di sini bukan hanya dapat memanfaatkan baca buku secara gratis.
Melainkan pula dapat meminjam buku (untuk dibaca di rumah, misalnya) secara
gratis alias tanpa dipungut biaya apa pun.
Tidak hanya sampai di sini layanan
yang dilakukan oleh Perpusda Kabupaten Tangerang dalam rangka upaya
mencerdaskan bangsa, khususya masyarakat kabupaten Tangerang. Di Perpustakaan
yang berlokasi di Tiga Raksa ini juga mengadakan pelatihan mendongeng dan
menulis. Kegiatan yang diselenggarakan ini punya tujuan untuk merangsang minat
baca dan sekaligus kemampuan untuk menulis dan mendongeng.
Seperti yang disampaikan oleh Kepala
Perpustakaan Kabupaten Tangerang - H. Yusrizal, SE.SH.MM – dalam kata pengantar di buku Modul
Training Centeri Mendongeng dan Menulis Kreatif. Dalam rangka pengembangan budaya dan minat masyarakat, Perpustakaan Kabupaten Tangerang
berupaya untuk meningkatkan kegemaran membaca masyarakat sekaligus berkarya
melalui tulisan yang bisa diterbitkan sebagai karya cetak khasanah kabupaten
Tangerang. Oleh karenanya, perpustakaan melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk
memfasilitasi kegiatan masyarakat secara umum melalui pelatihan penulisan dan
bercerita atau mendongeng. Kegiatan ini selain untuk memberikan pelatihan dalam
penulisan dan mendongeng, diharapkan mampu memberikan motivasi bagi masyarakat
untuk menggali dan menulis cerita rakyat maupun informasi lainnya.
Upaya yang dilakukan oleh
perpustakaan semacam ini, tentu saja, sangatlah patut untuk diapresiasi. Sebab training centre ini bukan saja sebagai
upaya untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya. Dalam istilah agama disebut
sebagai insan kamil. Sebab
akhir-akhir ini sebagian masyarakat kita sudah tidak lagi mendengar kata hati
nurani. Hati nurani (oleh sebagian masyarakat) sudah tak lagi didengar oleh
pemiliknya. Hingga ketika mengambil sebuah solusi cenderung mendengar kata
emosi, tak peduli hati nurani. Akibatnya kekerasan terjadi dimana-mana. Lantaran
hati nurani kering kerontang dan
gersang.
Dengan membaca buku, diharapkan, bukan hanya menambah
pengetahuan. Melainkan juga sekaligus membuat orang menjadi lebih bijak. Hingga
dalam mengatasi sebuah masalah akan tetap mendengar kata hati nurani. Jika kita
mendengar kata hati nurani, insyaAllah,
setiap permasalahan akan dapat diatasi. Tanpa harus mengedepankan emosi. Sepelik
dan serumit apa pun permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat pasti ada
solusinya. Sebab Allah telah brfirman fainna ma’al usri yusro, inna ma’al usri
yusro – (QS: 94/Al Insyirah: 5 – 6).
Untuk menunjang kegiatan ini,
perpustakaan Kabupaten Tangerang, telah menerbitkan sebuah modul tentang
mendongeng dan menulis kreatif. Buku yang ditulis oleh Gito Waluyo (tutor dalam pelatihan mendongeng)
dan Humam S. Chudori
(tutor dalam penulisan kreatif) diharapkan dapat menjadi panduan dalam menggali
dongeng (sekaligus menjadi pendongeng
yang baik) dan menjadi penulis kreatif yang mampu memberikan pencerahan batin lewat
tulisan bagi pembacanya. Sebab, sekali lagi, sebuah dongeng atau cerita (lisan
atau tulisan) akan selalu menyelipkan pesan-pesan moral, menyajikan perenungan
tentang hakekat hidup, menerbitkan gairah
dan rangsangan spiritual, serta mampu menentramkan dan menyejukan batin.
Jika masyarakat sudah lebih bijak, karena setiap hendak
mengambil solusi akan lebih dulu mendengar kata hati nurani. InsyaAllah akan
tercipta masyarakat yang ayem tentrem
kerta raharja, gemah ripah loh jinawi. Menjadi masyarakat yang adil dan beradab, sesuai dengan amanat
pancasila. Atau dalam istilah agama akan tercipta baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur. (Win)
No comments:
Post a Comment