Tangerang, ternyata, gudang sastrawan.
Banyak sastrawan nasional yang tinggal di kota ini. aktifitas sastra di
Tangerang juga sangat marak. Banyak sastrawan muda bermunculan. Hal ini tentu
saja tidak terlepas dari peran komunitas yang tumbuh di mana-mana.
Sebagai kado ulang tahun Kabupaten
Tangerang yang ke 51, Yayasan Kesenian Tangerang telah berhasil menerbitkan
sebuah antologi puisi penyair Tangerang yang di beri judul SENANDUNG WARENG DI
UJUNG BENTENG.
Antologi puisi ini memuat
karya-karya penyair kabupaten Tangerang antara lain:
Achmad Baejuri Baehaqi, Asri Rakhmawati, Andrea Thareqa, Aris
Kurniawan, Ahmadun Yosi Herfanda, Aef Sanusi, Ayid Suyitno, Ayu Cipta, Bambang Mulyowidodo, Cef
Deddy S., Dianing Wydia Yudhistira, Danarto,
Erry Amanda, Eddy a. Efendi,
Entis Sutisna, Endro IST, Eltrip Umiuki, Esthi Winarni, Encep Sahayat,
Gito Waluyo, Hudan Hidayat, Humam S.
Chudori, Husnul Khuluqi, Iwan
Gunadi, Iman Sembada, Lia
Handayani, Mustofa Ismail, Medy
Kesesi, Muhammad Suharsono, Muhamad Faiz,
Mahdiduri, Nasarudin Falufuz, Nur
Salim, Suryanto Ikhsan, Radhar Panca Dahana, Rochmad Utomo, Sri Retnosari,
Tommy Faisal Alim, Teteng Jumara, Wowok
Hesti Prabowo, Widi Hatmoko, Wilson Tjandinegara, Yohan Ariandi. (ha-es-ce)
No comments:
Post a Comment