JUMINTEN tak habis pikir terhadap pemuda di hadapannya. Datang. Tiba-tiba langsung mengajukan lamaran, apalagi tanpa didampingi orangtua atau sanak kerabat. Beginikah adat manusia sekarang?
"Edang opo kowe, Sur! Orang mau melamar kota tidak bilang bilang. Orang yang mau kawin itu ya tidak begitu caranya. Kita juga perlu menyiapkan diri untuk menerima calon besan, " kata Juminten, nenek Surti.
Bagaimana kisah pemuda yang bernama Hamdan berhasil mewujudkan keinginannya, menikahi Surti, padahal sejak awal Nenek Surti menentangnya habis-habisan. apa yang membuat Juminten menentang niat baik Hamdan melamar cucunya?
Judul : Sepiring Nasi Garam
Pengarang: Humam s. Chudoi
Penerbit : Pustaka Insan Madani, Yogyakarta
Tebal : 322 halaman + vi

No comments:
Post a Comment