Tuesday, January 16, 2018

Sajak Penyair Langka (catatan kecil 80 thn LK Ara), oleh Humam S. Chudori

SAJAK-SAJAK  HUMAM S. CHUDORI


PENYAIR  LANGKA
(catatan kecil 80 tahun LK Ara)

kau titi usia
dengan tanpa keluh kesah
memunguti setiap aksara
di mana kamu melangkah

aksara yang terkumpul
dalam otak kau panggul
untuk dibawa pulang
lalu kau rangkai dengan telaten
ibarat mengukir udara
atau menguliti alam raya
bahkan ketika senja kau tetap setia
menerjemahkan tingkah laku dunia
dalam tafakur kata-kata

entah berapa banyak sajak
kau terbangkan ke alam raya
beberapa terjatuh di tempatku bersila
kubaca dan terus kubaca
ia bukan sajak sekedar sajak
yang kau tuliskan
tetapi nasehat bijak
yang ingin kau wariskan

wahai, penyair langka
dengan sisa langkah yang masih ada
kau tetap cipta puisi
bukan tuk mengejar ambisi
namun menghitung diri
kontemplasi

yang langka adalah sedikit
yang sedikit diabadikan tuhan
ketika dunia gemuruh oleh keruwetan
kau tetap asyik setubuhi kata-kata
sambil menghitung nikmat tuhan
yang kau pertaruhkan dalam sajak

wajah yang menyimpan selaksa
perjuangan penuh doa
kuingat ayat-ayat Nya
: qolilan maa tatafakarun *)
yang sering kulantunkan
tapi tak sanggup  kupahamkan

wahai, penyair langka
adakah kau terhimpun
dalam firman tuhan
yang selalu kubaca berulang
: wamaa kholaqtul jinna wal insa
  Ila liya’budun **)


            Tangerang Selatan, 2017


*) hanya sedikit (yang) mau merenung
**) tidak Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku


 Sumber; Antologi puisi JEJAK KATA

No comments:

Post a Comment